Ernesto Cardenal.


Agamawan kristen lahir pada  20 Januari 1925, di Granada, Nicaragua. Ernesto cardenal merupakan salah satu penganut teologi pembebasan 


"Kristus membawa saya kepada Marx,"  Dia buktikan kayakinanya dengan berjuang gigih menegakkan marxisme melalui Front Sandinista, dan setelah sukses gulingkan diktator Jenderal Somoza Dia jadi Menteri Kebudayaan pertama Nikaragua. Vatikan tak terima, maka pada 1985 Dia diberi sanksi.


Dia  dihukum suspensi dan dilarang memberikan pelayanan sakramental. Saat Paus Yohanes Paulus II ke Nikaragua, Cardenal berlutut mau mencium cincin kegembalaan Paus, Paus menarik tangannya dan jarinya menunjuk, berkata, "bereskan dulu posisimu di gereja!"


Akhirnya, suspensi  terhadap Cardenal dicabut pada Februari 2019, ketika Paus Fransiskus memberikan absolusi (pengampunan). Cardenal segera merayakannya dengan menggelar misa di ranjang rumah sakit tempat ia sedang dirawat.


 "Saya tidak berpikir Paus memahami Marxisme. Bagi saya, keempat Injil semuanya adalah komunis. Saya Marxist yang percaya pada Allah, mengikuti Kristus, dan seorang revolusioner demi kerajaan-Nya."  Dari ia dikenal sebagai pemimpin projek "membangun Kerajaan Allah di bumi“


Dia seolah menyadarkan kita, tidak terjebak pada tradisi dogma yang gelap dan pengap karena sibuk "merawat“ rumus2 doktrinal-ideologis. Dia Pun meninggalkan karya, melahirkan karya "Das Evangelium der Bauern von Solentiname“ (Injil para Petani dari Solentiname).


Akhirnya, Sandisnista pun dia nilai sebagai revolusi gagal. Mulai ia jaga jarak sejak 1990 dan terus lakukan kritik pada Ortega yang dia nilai diktator. Apakah ia kecewa? Tidak! Ia tetap komit sebagai seorang Marxis. Baginya revolusi yang gagal akan melahirkan revolusi baru.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

belief in ENGELS

Thales.

Agama Dan Filsafat