Semaun, Tokok Komunis Yang akhir Hayat jadi Pengajar.
Semaun lahir dari keluarga susah. Hanya lulusan SD, Saat usia 13 tahun sudah kerja di perusahaan perkeretaapian Hindia Belanda. Pagi kerja sore sekolah lagi (HIS). Harusnya sudah bersyukur, gak usah neko-neko. Tapi Ia tidak begitu. Ia gelisah melihat banyak rakyat susah. Akhirnya ia berhenti kerja.
Umur 15 tahun (kita pada umur segitu asyik main games) ia masuk Serikat IslamI. Di dalam sarekat Islam pada umur 17 tahun Ia berkenalan sama Sneevliet, yang kemudian Ia anggap sebagai guru. Mulai Semaun menggelar berbagai aksi pemogokan mulai dari Semarang sampai Surabaya. Bergetar hati ini melihat gerakannya begitu membumi.
Sepak terjang Semaun ini direspon HOS Tjokroaminoto dengan menulis buku berjudul "Islam dan Sosialisme" Buku itu menjelaskan bahwa sosialisme ada dalam ajaran Islam. Jadi buku ini erat kaitannya dengan pergerakan yang dilakukan Semaun.
Gerakan Semaun dinilai tambah bahaya. Akhirnya Belanda buang ke Amsterdam 1923. Eh, bukan menderita, ia malah berkembang, diangkat jadi perwakilan partai komunis di Eropa. Beberapa tahun kemudian, Semaun pindah ke Moskow. Dari sini ia berjuang menyuarakan Indonesia Merdeka.
Setelah merdeka, 1953 ia pulang dan gak kenal lagi PKI. Diberi jabatan Wakil Ketua Lembaga Pengawas Aparatur yang diketuai Sri Sultan HB IX. Akhirnya berbekal gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tashkent, ia akhiri masa akhir hidupnya menjadi Dosen di Unpad sampai 1971.
Semaun juga menerbitkan buku Ilmu Ekonomi Terpimpin yang berjudul "Pengantar Ilmu Ekonomi Terpimpin" Buku ini sangat dipengaruhi oleh pemikiran Lenin dan Karl Marx. Sungguh padu, karena Hatta juga menulis buku berjudul Ekonomi Terpimpin.
Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar